Menciptakan image yang baik tentang diri kita sendiri, terkadang sulit dilakukan. Terlebih menyangkut sesuatu yang bersifat transendental. Kadang dalam diri kita ada rasa kurang percaya diri yang begitu besar untuk memperlihatkan identitas kita. Setiap manusia berhak memperlihatkan dirinya siapa dan sebagai apa. Tidak ada yang berhak melarang itu semua, karena setiap pribadi unik dan berhak memperlihatkan keunikannya. Membentuk sesuatu yang baik dalam diri, tentu sewajarnya dilakukan setiap individu. Dimana itu semua yang akan membangun persepsi setiap orang yang berjumpa, dan berinteraksi dengan kita. Dalam dunia branding sering disebut sebagai self branding, dimana itulah yang akan menjadi merek kita yang dikenal orang. Apakah kita akan disebut sebagai seorang yang disiplin tepat waktu, pemalas yang hobi melamun, atau yang luar biasa kreatif, dan sebutan lainnya yang dilontarkan untuk kita.
Untuk membangun itu semua tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak pengorbanan yang harus kita lakukan. Apalagi kalau kita berada dalam satu lingkungan yang nyata-nyata kita nilai buruk. Apakah itu dari segi moral,intelektual, piritual, dan sebagainya, yang terkadang kita secara tidak sadar terseret ikut kedalamnya. Pengaruh negatifYang begitu kuat, lebih banyak hadir dan meracuni fikiran kita tentu dari lingkungan terdekat kita.Semua pengaruh negatif yang meracuni kita, apakah itu ucapan, perbuatan dan sebagainya, wajib kita tangkal dengan sesuatu yang positif tentunya. Hidup hanya sekali dan begitu pendek, tentu sangat rugi ketika kita tidak mampu meninggalkan artefak sejarah kehidupan yang bermanfaat bagi kehidupan seterusnya. Sebagai manusia yang diberi gelar pemimpin di muka bumi tentu punya kewajiban untuk menciptakan beragam kebaikan di dunia ini.
Setiap kita punya pandangan hidup yang berbeda-beda, namun semua mampu kita bingkai dalam pernyataan baik dan buruk. Sepertinya tidak ada manusia yang ingin mengalami keburukan dalam hidupnya, semua tentu dan pasti ingin mengalami beragam hal kebaikan dalam hidupnya. Namun kita sadari, banyak sekali manusia yang terjebak dalam nilai keburukan di dunia ini. Sehingga kita melihat betapa dia bergelimang keburukan dalam gerak langkah hidupnya. Narkotika, pelacuran, pembunuhan, penjualan anak, aborsi, dan sebagainya, yang nyata-nyata sangat melenceng dari ajaran kebaikan yang diberikan tuhan. Mungkin dalam benak kita muncul pertanyaan, apakah itu memang merupakan pilihan yang diyakini dalam hatinya?ataukah hanya ungkapan kekesalan yang sebagian besar hanya luapan emosinya? Pertanyaan ini sederhana, namun dibalik itu semua ada beragam hal yang begitu sulit kita pahami secara sederhana.
Kemampuan berfikir kita begitu luarbiasa dibandingkan dengan makhluk lain. Begitu komplek dan sangat canggih, begitu tuhan menganugerahkan. Kita mampu berbuat sesuatu yang terkadang kita tidak percaya sebelumnya. Banyak hal yang berada diluar jangkauan nalar kita. Tentunya keajaiban-keajaiban ini diciptakan supaya manusia gemar mencari sesuatu, dan ketika sesuatu itu ditemukan ada kebahagian yang akan menjadi hadiah yang tak ternilai. Begitupun membentuk nilai diri begitu banyak ragam cara, guna merepresentasikan diri kita kepada orang lain, kita akan mendapatkan nilai-nilai yang tak terduga sebelumnya. Secara tidak sadar kita disebut sebagai seorang teknokrat, kita disebut sebagai ahli budaya, seniman, dan sebagainya. Semua itu lahir berkat dari usaha kita yang berkesinambungan untuk mewujudkannya. Kita tidak berharap untuk di dewa-kan seseorang, tapi itulah interpretasi tulus orang kepada kita, karena kita membentuk itu dalam diri kita. Jangan segan-segan untuk membentuk nilai diri, ekspresikan apapun yang bersifat positif dalam diri kita. Karena hanya kita yang punya hak paten atas diri kita, tidak ada seorangpun yang mampu membajak diri kita untuk menyamai keasliannya.......
Hak Paten Diri
Posted at
di
8:19 PM
on
Sunday, August 3, 2008
by
Diposting oleh
Heri Sandi
|
0
komentar
|
Filed under:
Subscribe to:
Posts (Atom)
