Apa benar manusia sekarang lebih kreatif daripada manusia zaman dulu?

Negeri tercinta ini sangat kaya dengan ragam budaya. Kadang saya berfikir apa benar manusia zaman sekarang itu lebih cerdas daripada manusia zaman dulu? Buktinya ternyata nenek moyang kita mampu menciptakan karya-karya yang luar biasa kualitasnya, tidak kalah dengan temuan teknologi tercanggih zaman sekarang. Semua temuan itu tentunya merupakan hasil dari sebuah kreativitas manusia. Setiap orang dikaruniai akal fikiran untuk bekal hidupnya. Dengan memanfaatkan itu semua manusia mampu hidup lebih berkualitas daripada makhluk lainnya. Mampu mempertahankan hidupnya dan mampu menjadikan hidupnya sesuai keinginanya.

Kreativitas adalah karunia yang tidak ternilai dari sang Maha Pencipta. Setiap orang diberi karunia itu, tergantung apakah mau atau tidak memanfaatkannya. Kadang ada sebagian orang yang menganggap bahwa kreativitas itu hanya milik seniman, desainer atau apapun yg memang menekuni bidang yang termasuk kreativitas. Sehingga ada anggapan bahwa hanya merekalah yang bisa kreatif. Hanya merekalah yang bisa menciptakan sesuatu, hanya merekalah yang bisa memecahkan permasalahan kehidupan, dan lain sebagainya. Dengan adanya pemikiran itu secara otomatis sama dengan memagari ruang lingkup kehidupannya secara sempit.Tidak heran banyak orang yang kualitas hidupnya tidak mengalami grafik kemajuan, malahan cenderung stagnan bahkan kemunduran,apakah itu berkaitan dengan sosial, ekonomi, pendidikan, religi, dan sebagainya.

Dengan kreativitas seseorang mampu menjadikan kualitas kehidupannya lebih baik। Banyak orang sukses tanpa harus sekolah tinggi, tidak sedikit pula konglomerat hanya berbekal kreativitas untuk mewujudkan mimpinya. Modal keberanian menghadapi sesuatu seseorang mampu hidup lebih maju daripada yang mempunyai banyak ketakutan. Hanya dengan keberanianlah yang namanya kreativitas bisa muncul. Tanpaadanya keberanian kreativitas niscaya tidak akan muncul dan berkembang. Banyak sekali kita memuji, bahkan membanggakan sebuah hasil dari kreativitas dari seseorang. Banyak sekali di kalangan kita yang belajar dari kemajuan kreativitas orang lain, demi mendapatkan semangat untuk menciptakan kreativitas baru dalam kehidupannya. Dan banyak lagi aktivitas-aktivitas lainnya yang dilakukan insan manusia untuk menyemangati dirinya supaya menciptakan pribadi kreatif.

Namun sangat disayangkan banyak diantara kita banyak belajar, tapi tidak banyak aplikasinya dalam kehidupan.Sehingga teori hanya tinggal teori. Pengalaman visual hanyalah sebuah pengalaman yang tidak banyak berpengaruh dalam kehidupannya. Banyak yang menamakan industri kreatif namun mengenyampingkan metodologi kerja kreatif yang baik. Banyak yang menyebut dirinya pribadi kreatif namun masih banyak tergantung kepada alat, atau apapun yang sangat menunjang kebiasaanya dalam bekerja. Apakah itu struktur, maupun infrastruktur yang selalu berdekatan dengan kehidupannya. Sehingga tidak heran, ketika tidak ada alat, menjadi tidak kreatif, ketika minim biaya menjadi malas berkarya, dan lain sebagainya. Selalu banyak alasan, untuk mencegah dirinya menjadi tidak kreatif, tidak produktif, miskin pemikiran, dan tentu miskin karya.

Kalau kita mencermati sejarah kehidupan manusia zaman dulu, mungkin kita berfikiran dengan apa mereka bekerja. Secanggih apa teknologi yang mereka pakai, dan setinggi apa pendidikan mereka pada masa itu. Sehingga dengan itu semua lahir mahakarya-mahakarya yang abadi, spektakuer, dan sangat luar biasa. Apakah benar dengan segala fasilitas penunjang manusia mampu hidup lebih kreatif daripada manusia yang hidup dengan segala keterbatasan, baik fisik maupun materil. Tentu semua itu tidaklah sepenuhnya benar adanya. Banyak yang justru ketika banyak fasilitas dia menjadi ketergantungan dengan segala kemudahan. Sehingga ketika dia mengalami sedikit kesulitan saja, menjadi frustasi dan cenderung menghindari masalah bukan memecahkannya. Sedangkan orang dikatakan kreatif itu justru ketika dia dihadapkan dalam satu permasalahan yang mungkin belum pernah ditemui sebelumnya. Sehingga pada saat itu benar-benar jiwa kreativitasnya lah yang memecahkan seluruh kesulitannya.

Dalam mengarungi kehidupan, kita pasti diwarnai dengan beragam permasalahan yang terus datang silih berganti, tanpa pernah kompromi. Untuk itu kita dituntut untuk selalu memecahkannya, dalam kondisi apapun, dalam waktu kapanpun. Dengan pola kehidupan seperti itulah kita diisyaratkan untuk bisa menyelasaikan segala macam persoalan setiap waktu. Sehingga kita akan mencapai tingkatan dimana kita merasa tenang dalam kondisi konflik. Dengan tingkatan ini manusia sebagai problem solver bias tercapai, sebagaimana yang digariskan dalam fungsinya sebagai pemimpin atas makhluk lainnya di muka bumi.
Ayo kita bisa kreatif dalam kondisi apapun, ciptakan karya-karya sepektakuler, yang menjadi bukti artefak sejarah kehidupan kita, sehingga kita dikenang anak cucu kita sepanjang zaman :)...........



Posted at di 1:13 AM on Thursday, December 6, 2007 by Diposting oleh Heri Sandi | 0 komentar   | Filed under: